Detail Hasil Pencarian

Judul :
KEARIFAN LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN HUTAN WONOSADI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN GUNUNG KIDUL = (Environmental Wisdom in Planning and Management of the Wonosadi Forest Ngawen District, Gunungkidul R
Pengarang : Ahsan Nurhadi , Bakti Setiawan , Baiquni
Jurnal : Jurnal Manusia dan Lingkungan 2012, XIX(3)
Tahun : 2012
Summary / Kata Kunci : Penelitian ini mengkaji tentang kearifan lingkungan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan Hutan Wonosadi, salah satu hutan adat yang terletak di Desa Beji, Kecarnatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Kearifan Lingkungan dalam mengelola hutan adat telah mengakar kuat di tengah-tengah rnasyarakat di sekitar Hutan Wonosadi dan bersumber dari adanya rnitologi dan sejarah hutan. Proses pengelolaan Hutan Wonosadi telah berjalan sangat panjang. Pada kurun waktu Tahoo 1960 sid Tahoo 1965 Hutan Wonosadi hampir musnah akibat penjarahan liar. Pada saat itu daerah di sekitar Hutan Wonosadi mengalarni kerusakan parah akibat banjir krakal dan tanah longsor apabila musim penghujan tiba. Melalui prakarsa perangkat desa beserta tokoh rnasyarakat, pada Tahoo 1966 diadakan perencanaan kembali Hutan Wonosadi (reforestrasi). Masyarakat bahu-membahu mengimplementasikan rencana penghutanan kembali tersebut. Kegiatan ini setelah beberapa tahoo larnanya telah rnampu mengembalikan keberadaan Hutan Wonosadi.
Adanya rnitologi dan sejarah Hutan Wonosadi telah menciptakan banyak rnitos yang dipercaya oleh rnasyarakat sekitar secara turun temurun. Kejadian empiris yang dialarni oleh rnasyarakat terkait dengan rnitos tersebut telah menjadikan rnasyarakat mempunyai keterkaitan secara batiniah ootuk tetap menjaga kelestarian Hutan Wonosadi. Di samping itu, rnasyarakat juga menerapkan konsep kesadaran realitas dengan idiom tekun (soogguh-soogguh), teken (petunjuk), tekan (sampai pada hal yang dicita-citakan) serta konsep kesadaran rnitologi sangkan paraning dumadi. Hutan Wonosadi telah memberikan rnanfaat yang sangat besar bagi penduduk di sekitamya karena rnasyarakat mempunyai kesadaran dalam kerangka rnitologi dan realitas ootuk mengelola hutan dan tetap ingin merasakan rnanfaat yang positif dari keberadaan hutan tersebut.
File : jhon 3 ahsan.pdf
     
Sitasi  
    (tidak ada sitasi)
     
Referensi    
1.   Anonim, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan, 2007
2.   Creswell, John W., Research design: qualitative & quantitative approaches, 1994
3.   Marsono, Djoko, Konservasi Sumber daya Alam dan Lingkungan Hidup, 2008
4.   Moeliono, Moira,, "Hutan Adat dan Hutan Desa, Peluang dan Kendala bagi Masyarakat dalam Mengelola Hutan", 2008
5.   Sudarsono, Mengendalikan Dampak Pemanasan Global dengan Kearifan Lingkungan,, 2007
     
     
Inherent UGM
Gedung Pusat UGM
Lt 3 Sayap Utara
Bulaksumur
Telp. (0274) 564416