Detail Hasil Pencarian

Judul :
KONSEP KEMITRAAN DI DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHANSUATU TELAAH DEDUKTIF
Pengarang : Sudaryono Sastrosasmito
Jurnal : Manusia Dan Lingkungan 1997, V(13)
Tahun : 1997
Summary / Kata Kunci : Abstrak
Kalau kita simak perkembangan kebijaksanaan perumahan nasional mulai dari awal kemerdekaan sampai Pelita IV, make terlihat bahwa dominasi pemerintah di dalam pembangunan perumahan selama kurun waktu itu nampak sangat kuat dan menonjol. Namun, pada Pelita V nampaknya pembangunan perumahan bukan lagi merupakan kerja pemerintah melainkan telah menjadi kerja nasional. Semua aktor nasional berhak untuk memberikan surnbangan baik dalam hal stok (kuantitas) maupun kualitas perumahan nasional. Dalam kerangka pikir tersebut, makalah ini mencoba mengangkat tents kemitraan sebagai suatu upaya memberikan stunbangan pemikiran dan memperkaya referensi bagi praktek-praktek pembangunan perumahan di Indonesia.
Sangat disadari, bahwa konsep kemitraan masih dipertanyakan dan diperdebatkan, baik secara semantik maupun secara konseptual. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan di dalam makalah ini adalah deduksi-teoritik-paradigmatik, yakni mencoba mendeduksi premispremis kemitraan yang tertuang di dalam dokumen Habitat II dan membawanya kedataran teori dan paradigma.
Kesimpulan dari makalah ini mengarah pada dua hal, yakni tentang harapan di satu sisi serta keragu-raguan di sisi lain. Harapan-harapan yang tersimpul didalam makalah ini adalah: (1) terdapat rongga-rongga keterbukaan dan keinginan untuk sating mendekat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang dapat dijalin melalui komunikasi; (2) adanya komitmen dunia bahwa masalah perumahan tidak berdiri sendiri, melainkan terikat di dalam kesadaran pembangunan lingkungan yang lebih luas. Dengan demikian perumahan (khususnya untuk kelompok berpenghasilan rendah) tidak lagi semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi telah menyeret tanggung jawab semua pihak, khususnya sektor komersial.
Keragu-raguan yang tersimpul di dalam makalah ini adalah: (1) kapasitas kemitraan tidak dapat menjadi konsep emansipatoris yang dapat membebaskan masyarakat berpenghasilan rendah dari permasalahan perumahan mereka; dan (2) antara komitmen kemitraan' dengan praktek kemitraan.
File : 25.pdf
     
Sitasi  
    (tidak ada sitasi)
     
Referensi    
1.   A. Gilbert, . Pirates and Invaders: Land Acquisition in Urban Colombia and Venezuela,, 1981
2.   A. Gilbert, The Tenants of Self-Help Housing: Choice and Constraint in the ousing Markets of Less Developed Countries,, 1983
3.   A. Gilbert, J. van der Linden, . The Limits of A Marxist Theoritical, 1987
4.   A. Gilbert, P. Ward, Community Action by the urban Poor: democratic Involvement,, 1984
5.   A. Gilbert, P. Ward, Community Participation in Upgrading Irregular Settlements: The Community Response,, 1984
6.   A. Laquian, . Whither Site and Services, 1977
7.   A. Laquian, Basic Housing: Policies for Urban Sites, Services, and Shelter in, 1983
8.   A. Leeds, Lower Income Settlement Types: Process, Structures, The Residential Circumstances of The Poor In Developing Countries, 1981
9.   A. Leeds, The Significant VariablesPolicies, in UNCHS:, 1969
10.   Anonym, . Report of the United Nations Conference on Human Settlements (Habitat II),, 1996
11.   Anonym, . Shelter For All,, 1990
12.   C. Abrams, Man's Strugle for Shelter in an Urbanizing World, 1964
13.   E. Cobos, Burgeois Ideology and The I lousing Problem: A Critique of two Ideological Theories,, 1976
14.   E. Cobos, Notes on the Housing Problem, 1976
15.   F. Engels, The Housing Question, 1887
16.   J. Friedmann, Planning in the Public Domain, 1987
17.   J. Hardoy, Shelter, Infrastructure, and Services in Third World Cities,, 1986
18.   J. van der Linden, The Sites and Services Approach Renewed, ,, 1986
19.   J.F.C. Turner, Barriers and ChannelsFor Housing Development In Modernizing Countries, quoted by David Lewis in: The Growth Cities, 1971
20.   J.F.C. Turner, Freedom To Built, 1972
21.   J.F.C. Turner, From Central Provision to Local Enablement: New Directions forHousing policies,, 1983
22.   J.F.C. Turner, Future Dictions In Housing Policy, Habitat International, 1986
23.   J.F.C. Turner, Housing By People, Marion Bayars, 1976
24.   J.F.C. Turner, Housing in three dimensions: terms of reference for the housing question redefined, 1978
25.   J.F.C. Turner, Housing Priorities, Settlements Patterns, and urban, 1968
26.   K.S. Yap, Housing Priorities, Expenditure, Pattern and Plot Development in Third World Countries, 1988
27.   L.R. Peattie, Some Second Thoughus on Sites-and Services, Habitat International, 1982
28.   N. Devas, . Indonesia's Kampung Improvment Programme: An Evaluative Case Study, Development Administration, 1980
29.   P. Lea, Housing Policy and Political Participation in the Third World: Unrest among the Radicals, 1980
30.   P. Nientied, The Short-Term Impact of Housing Upgrading on Housing Values: Methodology and Results of a Test-Control Study in Karachi, 1986
31.   P. Nientied Baross, . Future of, 1987
32.   P.M. Ward, Self-Help Housing: A, 1982
33.   P.M. Ward, The Squatter Settlement as a Slum or Housing Solution: Evidence from Mexico City, 1976
34.   R. Burgess, Petty Commodity Housing or Dweller Control? A Critique of John Turners's Views on Housing Policy, 1978
35.   R. Burgess, Self-Help: A new Imperialist Strategy? A Critique of the Turner School, 1977
36.   R. Burgess, The Limits of State Self-Help Housing Programmes, 1985
37.   Sudaryono, Suryanto, A. Marsoyo, S. Tjokrosoedarmo, S.M. Giyarsih, Riyanto, T.N. Effendi., Prospek Rumah Sangat Sederhana (RSS) Sebagai Strategi Pemecahan Masalah Perumahan Para Miskin Kota pada PJP II",, 1996
38.   T. McGee, Urbanization, Housing and Hawkers: the Context of Development Policy in Lea (1980: 13-21)., 1979
39.   van der Linden Schoorl, K.S. Yap, Between Basti Dwellers and Bureaucrats,, 1983
40.   W. Mangin, Latin American Squatter Settlements; a problem and solution, 1967
     
     
Inherent UGM
Gedung Pusat UGM
Lt 3 Sayap Utara
Bulaksumur
Telp. (0274) 564416