Detail Hasil Pencarian

Judul :
EFFECT OF AN INTRAVAGINAL PROGESTERONE IMPLANT ON SEX RATIO IN BEEF CATTLE = PENGARUH SUATU IMPLAN PROGESTERON INTRAVAGINA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN PADA SAPI POTONG
Pengarang : Ginta Riady, Tongku Nizwan Siregar
Jurnal : Jurnal Sain Veteriner 2001, XIX(2)
Tahun : 2001
Summary / Kata Kunci : Suatu penelitian mengenai efek suatu implan progesteron intravagina dalam CIDR-B (Eazibreedmi, InterAg. Hamilton, New Zealand) terhadap rasio jenis kelamin pada sapi potong telah dilakukan. Tujuan penelitan ini adalah menentukan efek perlakuan sinkronisasi birahi dengan progesteron dalam implan C1DR-B terhadap kelahiran anak sapi betina. Dua puluh enam sapi betina yang berumur antara 3 dan 7 tahun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 1) kelompok perlakuan dan 2) kelompok kontrol. Sinkronisasi birahi dilakukan pada kelompok perlakuan dengan cara memasukkan alat CIDR ke dalam vagina sapi selama 7 hafi. Dua puluh empat jam setelah pengeluaran alat CIDR, sapi-sapi perlakuan disuntik intramuskuler dengan estrogen benzoat (Cidiroff, InterAg, Hamilton, New Zealand) dan akhirnya diinseminasi buatan 24 jam kemudian. Sedangkan kelompok kontrol tidak dikenai prosedur sinkronisasi birahi dan diinseminasi hanya pada saat birahi alami. Semua sampel sapi diamati selama penelitian dan perbandingan jenis kelamin anak sapi dicatat pada saat kelahiran. Data mengenai rasio jenis kelamin dari kedua kelompok perlakuan dianalisis menggunakan uji khi-kuadrat dengan paket perangkat lunak statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan menghasilkan lebih banyak anak sapi betina dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan antar perlakuan mengenai rasio jenis kelamin tidak berbeda nyata, yang kemungkinan disebabkan oleh terbatasnya jumlah sampel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa progesteron dalam alat CIDR-B cenderung meningkatkan kelahiran anak sapi betina.

Kata kunci: implan progesteron implan CIDR-B, rasio jenis kelamin, sapi potong
File : 1.pdf
     
Sitasi  
    (tidak ada sitasi)
     
Referensi    
1.   A. Gutierrez-Adan, S. Perez-Garnelo, S. Granelo, J. Granados, J. J. Garde, M. Perez Guzman, B. Pintado, J. De La Fuente, Relationship between sex ratio and time of insemination according to both time of, 1999
2.   E.D. Fielden, K.L. Macmillan, J.D. Watson, The anoestrous syndrome in New Zealand dairy cattle, 1973
3.   Foote RH., Sex Ratios in dairy cattle under various conditions. Theriogenology, 1977
4.   I.C.W. Hardy, Possible factors influencing vertebrate sex ratios: an introductory overview., 1977
5.   J.EB. Ostrowsji, Pasture breeding of oestrus-synchronized beef heifers and its apparent effect on sex-ratio of offspring, 1988
6.   K.E. Gardner, The sex ratio of in calves resulting from artificial insemination, 1950
7.   L. J. Verne, J.J. Ozoga, Sex ratio of white-tailed deer and the estrous cycle, 1981
8.   R. Vishwanath, R. L. Nebel, W.H. McMillan, C. J. Pitt, K.L. Macmillan, Selected times of insemination with microencapsulated bovine spermatozoaS, 1997
9.   R:W. Rorie, Effect of artificial insemination on sex ratio, 1999
10.   S. Gunawan, Rizal Anwar S, G. Riady., Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Kerja Inseminator di Daerah SPAKU Sapi Potong Dengan Teknologi CIDR, 1998
11.   SPSS, Statistical Package for Social Sciences, 1998
12.   W.H. James, The sex ratio of offspring of estrus-synchronised heifers, 1989
13.   Z.Z. Xu, L.J. Burton, Reproductive performance of dairy heifers after synchronization and fixed-time artificial insemination., 1999
     
     
Inherent UGM
Gedung Pusat UGM
Lt 3 Sayap Utara
Bulaksumur
Telp. (0274) 564416